www.mapalaupn.com - Informasi Online MAPALA UPN "Veteran" Yogyakarta

www.mapalaupn.com - Informasi Online MAPALA UPN "Veteran" Yogyakarta

Saturday, 8 December 2018

Pengenalan Anggota Muda Mapala UPN "Veteran" Yogyakarta Angkatan XXIX Tahun 2018



Dokumentasi: Foto bersama Anggota Muda Mapala UPN "Veteran" Yogyakarta Angkatan XXIX Tahun 2018


Hallo Gank!!! Mapala!!!

Diksar telah lancar terlaksana,12 Anggota baru resmi terlantik menjadi Anggota Muda. Terlahir 9 Laki-laki dan 3 Perempuan adik terkecil di Keluarga Besar Kampoeng Galia. 
Bagi kalian yang belum tahu dan penasaran siapa nama-nama ke-12 Anggota Muda,tenang kami kasih tahu. 
Berikut nama-namanya,
Anggota Muda Mapala UPN "Veteran" Yogyakarta Angkatan XXIX Tahun 2018:

1. Irvanaya (Kodep) Hendra Sukma | AM 018.001
2. Fatya (Si Doel) Zaki Ubaidillah | AM 018.002
3. Dhia (Omed) Fauzan R. | AM 018.003
4. Muhammad Kamal (Geni) Idris | AM 018.004
5 . Panji (Cakil) Setia Aji | AM 018.005
6. M. Taslim (Gayeng) | AM 018.006
7. Bella (Mamo) Fitri Anggraini | AM 018.007
8. Ghiffari (Wiji) Aulia Adzli | AM 018.008
9. Uly (Iwung) Shabifa | AM 018.009
10. Devantian (Opung) Ganis S. | AM 018.010
11. Risma (Kasi) Savira | AM 018.011
12. Faisal (Rangkak) Safana Hilmi. | AM 018.012

Mungkin kata-kata ini sudah sering kali masuk di telinga kalian, "ingat ini baru awal,masih teramat panjang dan berat perjalanan kalian selanjutnya,lanjutkan apa yang sudah kalian mulai,tetap tabah sampai akhir". Tapi memang itu benar adanya Gank Muda.

Hallo Gank!!! Mapala!!!




Wednesday, 5 December 2018

Mau dibawa kemana lagi "Sang Panji" ?


Mau dibawa kemana lagi "Sang Panji" ? 
______________________________________________
Kain persegi,berbordir lambang segitiga warna merah,kuning dan hitam sarat makna.
Terpancang pada tiang-tiang perjuangan sedari lama.
Tertempa dari segala medan dan terjalnya belantara.
Terpampang jelas harga diri yang tak kan terbayar seberapapun harga.

Dari Papua, di satu dari 7 puncak dunia, Celebes dibawah keindahan stalaktit buminya.
Jeram-jeram Sumatera berkelok nian dan Jawa dengan simpanan ribuan pesona alam tempat belajarnya.
Dan di seluruh Indonesia yang tak habis seabad kita kupas ke elokannya.

Rasanya...
Masih terlalu dini untuk berpuas hati.
Masih terlalu cepat untuk menzona nyamankan diri.
Masih terlalu dekat dari perjalanan panjang permeter keindahan negeri.
Dan masih terlalu banyak PR belum terkerjakan untuk kita selesaikan nanti.

Mari...
Mari kita perkuat diri,lebih kuat dari akar-akar rotan yang subur di rimbanya Djobolarangan
Mari kita susun lagi operasional-operasional "mumet" perjalanan.
Mari kita susuri lagi cengkal demi cengkal Nusantara,sebuah negeri pencitraan dari surga yang terpecikkan.
Dan mari kita lanjutkan lagi kebermanfaatan sosial untuk mempertegas estafet kejayaan.

Mau dibawa kemana lagi "sang Panji"?
Jawabnya...
Dibawa kemanapun pergi,karena telah terpatri dalam tirani.
Kan ku jaga sampai matipun yang tak lekang hanya dalam satu kurun.
______________________________________________
Jogja,5 Desember 2018

Editor by:
(Badan Galia:Rowo MPA 017.234)

Tuesday, 4 December 2018

Mari bersiaga,di musim penghujan kota Jogja



  
Foto: Rescue banjir di Imogiri,Bantul oleh Anggota Mapala UPN Jogja


(Jogja,04-11-18) Jogja dewasa ini terus diguyur hujan,tanda musim hujan semakin menampakkan "jati dirinya". Bahkan sekalinya, hujan deras pernah mengguyur berjam-jam lamanya. Wilayah Jogja yang sekarang tampaknya memang kurang bersahabat dengan hujan itu sendiri,dimana terbukti dengan kurangnya daerah resapan air hujan disetiap sudut kotanya. Di Jogja banyak gedung-gedung tinggi bertingkat,banyak pohon yang ditebang,banyak tanah-tanah yang disemen,banyak sungai yang beralih fungsi menjadi tempat sampah dll. Kejadian itulah yang mungkin mengharuskan kita untuk siaga ketika musim penghujan.

        Jogja sendiri dari tahun selalu terjadi bencana terkait masalah ketika musim penghujan itu. Dari mulai banjir,puting beliung,tanah longsor,pohon tumbang. Seperti pada tahun kemarin tepatnya di bulan November,terjadi banjir yang lumayan besar di Jogja bagian selatan, seperti di daerah Bantul,Imogiri dan sekitarnya. Tipe banjir disana merupakan banjir yang lama menggenang airnya, dimana notabene disana memang bukan dataran tinggi. Jadi banjir disana terjadi dalam beberapa hari tanpa surut, apalagi ketika terjadi hujan lagi,maka volume airnya akan meningkat.

         Maka oleh karena itu,mari kita tetap bersiaga di musim penghujan Jogja. Bersiaga bisa dilakukan dengan berbagai cara,bisa dilakukan dari hal yang lebih kecil dulu,semisal tidak membuang sampah sembarang. Sampai pada suatu saat terjadi kejadian atau bencana yang tidak diinginkan,kita tidak perlu panik dan takut. Tetap tenang,waspada dan lakukan hal yang memang bisa dan mumpuni untuk kita lakukan,sampai ada bantuan yang siap untuk melakukan misi kemanusiaan nya ditempat anda. 

Editor by:
(Badan Galia:Rowo MPA 013.234)

Thursday, 29 November 2018

Bersama Mahapala UPN Jawa Timur, Mengarungi derasnya jeram di


 


Dokumentasi: Foto tim bersama sebelum pengarungan

     (29-11-18) Arung jeram merupakan salah satu olahraga raga air yang sudah lama menjadi favorit dari kalangan penggiat alam,tak terkecuali penggiat alam yang tergabung dalam organisasi Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam). Karena selain membutuhkan teknik yang tinggi olahraga ini juga menantang, khususnya bagi para anak muda di Mapala yang suka akan tantangan. Pada hari Sabtu-minggu kemarin tanggal 24-25 Oktober Mapala UPN Jogja dan Mahapala UPN Jawa Timur melakukan kegiatan pengarungan bersama di Sungai Serayu. Dimana titik start pengarungan ini dilakukan di Sungai Serayu di Daerah Kabupaten Wonosobo,Jawa Tengah tepatnya di Jembatan Belimbing dan titik finishnya berada di daerah Hilir Sungai Serayu, Banyu Wong yang berada di Daerah Boja, kabupaten Banjarnegara,Jawa Tengah.
       Rombongan tim pengarungan semuanya berjumlah 21 orang yang berangkat bersama-sama dari Jogja menggunakan mobil, sehari sebelum pengarungan. Sesampainya di titik start tim pengarungan istirahat semalam di Basecamp pengarungan menggunakan tenda dome yang sebelumnya telah disiapkan di Jogja. Kemudian paginya baru kita membagi dari 21 orang ini menjadi tiga tim,per tim diberikan masing-masing 1 perahu karet dan alat-alat pengarungan lainnya. Kemudian setelah tim terbagi,kita berolahraga dan peregangan otot-otot sebelum pengarungan di mulai. Setelah berolahraga dilanjutkan dengan briefing oleh masing-masing dari ketua tim, kemudian berdoa untuk kesuksesan dan keselamatan selama pengarungan.
     Hujan yang beberapa hari sebelumnya mengguyur di sekitar Sungai ternyata sangat berpengaruh terhadap debit air di Sungai Serayu. Stopper yang biasanya terlihat jelas, nyaris banyak yang berganti menjadi pillow,Standing wave besar bergelombang di arus utama Sungai dan Eddie yang sangat jarang ditemukan karena derasnya air mengalir. Namun itu bukan menjadi penghalang bagi ke 3 tim pengarungan,yang mana justru itu menjadi motivasi dan tantangan untuk menyelesaikan kegiatan pengarungan ini. Namun kami  tetap memperhatikan prosedur keselamatan yang ada.
    Setelah sampai finish yaitu di Basecamp Banyu Wong,kami bercengkrama,bercerita tentang pengarungan tadi dilanjutkan dengan evaluasi selama kegiatan pengarungan. Disitu kita berkomitmen bahwa kita akan sering-sering melakukan kegiatan bersama, rencananya bukan hanya Arung jeram,tapi kegiatan lainnya seperti susur goa,naik gunung dan panjat tebing. Diharapkan kegiatan yang seperti ini menjadi wahana untuk menyambung tali silaturahmi antara Mapala UPN Jogja dengan Mahapala UPN Jawa Timur dan juga dengan Mapala-Mapala lain di seluruh Indonesia.


Editor by:
(Badan Galia:Rowo MPA 017.234)

Saturday, 10 November 2018

Diklatsar XXIX 2018 : Telah lahir,Adik kami,Keluarga baru Mapala UPN Jogja.


                                  

         Foto bersama seluruh Anggota Mapala UPN Jogja setelah Pelantikan AM

 
     (10-11-2018) Diklatsar XXIX 2018 (Pendidikan dan Latihan Dasar) Mapala UPN "Veteran" Yogyakarta yang di laksanakan di Tlogodlingo,Tawangmangu,Karanganyar baru saja berakhir. Diklatsar ini sendiri menjadi "wahana" bagi para Siswa atau Calon Anggota untuk mengaplikasikan kegiatan Kepecinta Alaman langsung di Alam sebagai objeknya dimana sebelumnya mereka telah di ajarkan ketika materi ruang dan latihan teknik. Siswa yang berjumlah 12 orang (9 Laki-laki 3 Perempuan) diharapkan dapat menjadi manusia-manusia yang peka terhadap Alam,Manusia dan Tuhan sebagai Penciptanya.
    Setelah 8 hari lamanya dari tanggal 1-8 November 2018 mereka telah menjalankan schedule operasional Diklatsar akhirnya mereka di lantik menjadi AM (Anggota Muda) Mapala UPN "Veteran" Yogyakarta dalam upacara pelantikan AM di Lapangan depan Rektorat. Dalam pelantikan ini menyeruak rasa haru dari semua peserta upacara yang notabene para anggota Mapala UPN dan stakeholder lainnya. Rasa bangga sekaligus bahagia tampak dari wajah-wajah mereka atas kelahiran Adik dan keluarga baru dalam lingkaran keluarga besar Mapala UPN Jogja.
    Terima kasih kepada Rektor UPNVY,Pendamping Mapala,Ketua Mapala beserta jajaran pengurusnya,Ketua Panitia Diklatsar XXIX, Pendamping Diklatsar XXIX dan semua elemen yang telah bahu membahu mensukseskan Diklatsar XXIX ini sehingga lancar dan tanpa halangan suatu apapun. Mari kita sama-sama berdoa untuk ke-12 Adik baru kita,semoga dapat terus berkarya dan berkegiatan sesuai dengan rangkaian pendidikan yang telah diatur oleh Pengurus;Badan Diklat. Sampai nanti mereka menjadi AB (Anggota Biasa) dan sampai nanti pula menjadi ALB (Anggota Luar Biasa) yang mana ilmunya dapat berguna dalam pergaulan di masyarakat. Amin.

Editor by:
(Badan Galia/Rowo MPA 017.234)

Saturday, 20 October 2018

PEMUDA MAPALA UPN: "AYO BERTOLAK KE PALU,SAUDARA KITA MEMBUTUHKANK BANTUAN"

Pemuda Mapala UPN: "Ayo bertolak ke Palu,Saudara Kita Membutuhkan Bantuan"

                         


Foto: Beberapa anggota Mapala UPN Jogja melakukan pencarian dan evakuasi korban di Baraloa,Palu.

         (Jogja,16/10/2018) Dewasa ini kembali "Ibu Pertiwi "diuji" oleh Penciptanya. Diguncang dan di bandangkan air-air lautNya. Setelah Gempa bumi di Lombok yang baru berakhir masa tanggap darurat nya, kemudian disusul oleh  Palu,Donggala dan sekitarnya yang mendapat "jatahnya". Terjadilah Gempa bumi berkekuatani 7,4 SR yang tak berselang lama diikuti Tsunami di pesisir pantai Palu,Sulawesi Tengah dan sekitarnya pada hari Jum'at (28/9/2018).
       "Ayo bersiaplah,ibu Pertiwi telah memanggil" tukas Fahrur Rozi (seorang pemuda yang sekaligus Ketua Mapala UPN Jogja). "Cepat dikoordinasikan di semua lini yang sekiranya dapat membantu tugas kemanusiaan ini" Lanjutnya. Melalui rapat-rapat kecil, diskusi-diskusi mendadak,dan penyusunan-penyusunan operasional sederhana,kita mempersiapkan diri. Karena dalam situasi darurat seperti ini dibutuhkan keputusan yang cepat akan tetapi tepat. Kemudian diputuskan 3 Anggota pilihan Mapala UPN  Jogja untuk bertolak ke Palu yang terdampak bencana.






              Foto: pelepasan tim SAR dan Assesment ke Palu,di gedung Rektorat UPNVY.

          Tak berselang lama gayung pun bersambut, niat baik ini disambut baik pula oleh pihak Rektorat UPNVY, diberikannya izin dan didukungnya segala kebutuhan dalam misi kemanusiaan ini. Kemudian dengan persiapan-persiapan sebelum keberangkatan,dari mulai persiapan alat,dana sampai perbekalan ilmu dan materi,ketiga Anggota Mapala UPN Jogja yang bernama; Stefanus "Warok" N,Dwi "Loboy" Prasetya,Hafiz "Loki" Ragil ditambah dengan 3 personil dari Menwa diberangkatkan pada Rabu (03/10/2018) ke Palu melalui jalur udara ke Makassar dilanjutkan jalur darat untuk ke Palunya.
         Kemudian sampailah mereka di Palu,setelah 4 hari total keseluruhan perjalanan dari Jogja,kemudian langsung sebagian dari mereka  bergabung dengan tim SAR MDMC Jogja,yang sebelumnya sudah berkoordinasi dan sebagian lainnya ditugaskan menjadi tim Assesment bencana. Daerah operasi dari kedua tim ini berbeda,dimana tim SAR dan evakuasi beroperasi disekitar Baraloa,Kota Palu sedangkan tim Assesment data beroperasi di sekitar Kab. Sigi .



Foto:  melakukan trauma healing kepada anak-anak di Posko UPN.

        Kamis (11/10/2018) evakuasi dan pencarian  korban resmi dihentikan oleh pihak yang berwenang (BASARNAS), dengan total akhir 2.045 korban meninggal dunia, 671 orang hilang dan 10.679 jiwa luka berat. Selain itu, sebanyak 67.310 rumah, 2.736 sekolah rusak, 20 fasilitas kesehatan dan 12 titik jalan rusak berat. Sebanyak 82.775 warga mengungsi di sejumlah titik di Palu, Donggala, dan Sigi.
        akan tetapi hai ltu bukan berarti berakhir pula pengabdian kita disana. Sampai tulisan ini dibuat masih ada beberapa personil yang disana dan membuka Posko UPN yang bekerja sama dengan pihak Pusat Studi Manajemen Bencana UPNVY  (PSMB)  untuk melanjutkan pengabdian membantu saudaranya di Ibu Pertiwi ini.
____________________________________________________
      Menjelang Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2018,dimana dalam peringatan tersebut banyak makna dan filosofi-filosofi mengenai Pemuda yang  meng-Indonesia. Sedikit banyak Pemuda Mapala UPN sudah satu langkah didepan dalam meng-Indonesiakan diri. Pemuda yang dalam aplikasi rasa cinta terhadap negerinya bukan hanya kata-kata dan debatnya mengendap di meja-meja rapat  ataupun ilmu dan pengetahuanya sebatas di ruang pengap kelas lalu terhalang keluar oleh jendela-jendela kelas perkuliahan. Pemuda Mapala UPN  diharapkan menjadi  garda terdepan pembangunan negeri yang kongkrit dengan caranya. Pemuda yang bukan pemuda remeh temeh, setelah melalui pendidikan ilmu,fisik dan mentalnya.
        Dibuktikan dengan artikel diatas,dimana pemuda yang rela "meninggalkan" kuliah serta segala kegiatannya di Jogja  untuk sedikit "mendharmakan" ilmu dan tenaga untuk saudaranya yang tidak se Suku dan s Ras dengannya yang lagi terdampak bencana. Tak lain dan tak buka alasannya karena kita adalah satu, Indonesia,karena juga Bhineka Tunggal Ika bukan hanya dasar,slogan atau hipokrisi semata. Melainkan cerminan nyata Indonesia yang tergali dari kepribadian luhur rakyat Indonesia, tak terkecuali kita sebagai pemuda Indonesia!
Terima kasih sobat,jasamu abadi. Salam kemanusiaan!

Editor by:
(Badan Galia Mapala UPN/Rowo MPA 017.234)



Monday, 15 October 2018

Mengapa kalian (Mahasiswa Baru) harus ikut Mapala UPN Jogja?

Dokumentasi: momen melingkar ketika selesai Diklatsar 2017,yang sudah membudaya di setiap kegiatan Mapala UPN Jogja.


Mengapa kalian (Mahasiswa baru) harus ikut Mapala UPN Jogja?

          (Jogja, 15/10/18) Mungkin itu juga menjadi pertanyaan saya ketika menjadi seperti kalian, seorang mahasiswa baru "Mengapa saya harus ikut Mapala UPN?". Sebelum jauh menjawab pertanyaan tersebut,kita harus tau dulu apa itu Mapala UPN? Mapala UPN sendiri adalah sebuah Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) satu-satunya yang diakui dan mendapat skep dari Rektor yang berkecimpung di dunia Kepecinta Alaman. Waduh... apalagi itu Pecinta Alam? Menurut sayainta alam adalah seseorang yang mempunyai jiwa dan kepedulian terhadap alam sebagai objeknya. baik itu berkegiatan di alam dan ikut menjaga kelestarian alam dengan berbagai caranya. Seperti melakukan pelestarian alam, berkegiatan di alam,bahkan dengan hal kecil saja,misal denngan membuang sampahnya sendiri pada tempatnya, sudah layak dia disebut pecinta alam.
      Setelah kita mengetahui sedikit tentang Mapala UPN, sebenarnya banyak jika ingin menjelaskan tentang Mapala UPN ini, karena begitu banyak kegiatan dan pengalaman yang sudah dilakukanya sedari 28 tahun Organisasi ini terbentuk tanggal 15 Juni 1991 sampai sekarang.
Oke,kita kembali lagi ke pertanyaan utama "Kenapa Kalian  (Mahasiswa Baru) Harus Ikut Mapala UPN?" jawabnya simple saja kawan,karena disini kalian akan mendapatkan sesuatu yang tak pernah kalian dapatkan sebelumnya. Mulai dari rasa persaudaraan yang kuat antar anggota,dari angkatan perintis organisasi sampai angkatan paling kecil (Angkt.2017) semuanya kompak, silaturahminya terjaga . Kemudian lagi, akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa dari kegiatan-kegiatannya dalam 5 divisinya,seperti:




HUTAN GUNUNG/MOUNTAINERING
Dokumentasi: Pendakian massal  Mapala UPN Jogja Gunung Merbabu tahun 2017






SUSUR GOA/CAVING
Dokumentasi: Penelusuran salah satu Goa di Purworejo oleh Anggota Mapala UPN Jogja



ARUNG JERAM/RAFTING
Dokumentasi: Pengarungan dan Pemetaan di Sungai Progo Atas.


PANJAT TEBING/CLIMBING
Dokumentasi: Pemanjatan di Tebing Siung oleh salah satu anggota Mapala UPN Jogja.



KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM
Dokumentasi: Pengamatan burung liar di kawasan Hutan Turgo, Jogja.




Kalian tidak perlu takut untuk mengikuti semua kegiatan diatas,karena dalam setiap melakukan semua kegiatan outdoor pasti berlandaskan Standard Operasional Prosedur (SOP) yang jelas,jadi tetap safety pastinya ya.
Tidak hanya itu kalian juga selain berkegiatan di alam secara langsung,kalian juga akan diajarkan cara ber organisasi yang baik,dari cara membuat proposal,menyusun laporan,sampai mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan kesekretariatan.
           Satu lagi yang dapat memperkuat alasan "Kenapa Kalian (Mahasiswa Baru) Harus Ikut Mapala UPN?" bukan mau menyombongkan diri,nyatanya kita memang mampu dan berhasil menorehkan berbagai prestasi. Dari yang mengikuti lomba-lomba,mengadakan kegiatan-kegiatan yang bagus,dan mendapatkan penghargaan-penghargaan. seperti: Ekspedisi Cartenz,Ekspedisi Borneo, Ekspedisi Celebes. Selain itu Mapala UPN Jogja juga sering mengadakan lomba-lomba tingkat Nasional,seperti Lomba Panjat Dinding Nasional dan Lomba Single Rope Technique.
          Lalu dengan berbagai alasan-alasan yang telah saya jabarkan diatas,masihkah kalian ragu untuk ikut dan bergabung bersama kami (MAPALA UPN)? Namun ingat bukan kami meminta bukan juga kami mengemis kepada kalian untuk menjadi anggota kami,karena "KAMI TIDAK MENCARI ANGGOTA,KAMI MENCARI SAUDARA".

Editor by:
(Badan Galia:Rowo MPA 017.234)
                      


Tuesday, 9 October 2018

Latihan SRT Tujuannya Untuk Ini

Latihan SRT untuk Calon Anggota 2018



GALIA NEWS - Jogja, (9/10/2018) Dalam pengaplikasian ilmu yang berpanduan pada buku diktat, perlu dilaksanakan evaluasi dalam latihan teknik. Dalam latihan tersebut dipaparkan pengenalan alat dan teknik-teknik yang diperlukan dalam berkegiatan alam bebas, seperti halnya SRT.

SRT(Single Rope Technic) biasanya digunakan dalam kegiatan caving dengan bentukan gua vertikal. 

       Mapala UPN sebagai wadah oraganisasi pecinta alam memfasilitasi Wall Panjat sebagai sarana simulasi bagi para calon anggota muda 2018.

Latihan SRT bertujuan memberikan pemahaman kepada calon anggota yang masih sangat asing dengan kegiatan ini. Selain paham mereka diharapkan mampu mengaplikasikannya apabila berkegiatan di lapangan.(Kenci, MPA 018.245)