www.mapalaupn.com - Informasi Online MAPALA UPN "Veteran" Yogyakarta

www.mapalaupn.com - Informasi Online MAPALA UPN "Veteran" Yogyakarta

Monday, 15 October 2018

Mengapa kalian (Mahasiswa Baru) harus ikut Mapala UPN Jogja?

Dokumentasi: momen melingkar ketika selesai Diklatsar 2017,yang sudah membudaya di setiap kegiatan Mapala UPN Jogja.


Mengapa kalian (Mahasiswa baru) harus ikut Mapala UPN Jogja?

          (Jogja, 15/10/18) Mungkin itu juga menjadi pertanyaan saya ketika menjadi seperti kalian, seorang mahasiswa baru "Mengapa saya harus ikut Mapala UPN?". Sebelum jauh menjawab pertanyaan tersebut,kita harus tau dulu apa itu Mapala UPN? Mapala UPN sendiri adalah sebuah Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) satu-satunya yang diakui dan mendapat skep dari Rektor yang berkecimpung di dunia Kepecinta Alaman. Waduh... apalagi itu Pecinta Alam? Menurut sayainta alam adalah seseorang yang mempunyai jiwa dan kepedulian terhadap alam sebagai objeknya. baik itu berkegiatan di alam dan ikut menjaga kelestarian alam dengan berbagai caranya. Seperti melakukan pelestarian alam, berkegiatan di alam,bahkan dengan hal kecil saja,misal denngan membuang sampahnya sendiri pada tempatnya, sudah layak dia disebut pecinta alam.
      Setelah kita mengetahui sedikit tentang Mapala UPN, sebenarnya banyak jika ingin menjelaskan tentang Mapala UPN ini, karena begitu banyak kegiatan dan pengalaman yang sudah dilakukanya sedari 28 tahun Organisasi ini terbentuk tanggal 15 Juni 1991 sampai sekarang.
Oke,kita kembali lagi ke pertanyaan utama "Kenapa Kalian  (Mahasiswa Baru) Harus Ikut Mapala UPN?" jawabnya simple saja kawan,karena disini kalian akan mendapatkan sesuatu yang tak pernah kalian dapatkan sebelumnya. Mulai dari rasa persaudaraan yang kuat antar anggota,dari angkatan perintis organisasi sampai angkatan paling kecil (Angkt.2017) semuanya kompak, silaturahminya terjaga . Kemudian lagi, akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa dari kegiatan-kegiatannya dalam 5 divisinya,seperti:




HUTAN GUNUNG/MOUNTAINERING
Dokumentasi: Pendakian massal  Mapala UPN Jogja Gunung Merbabu tahun 2017






SUSUR GOA/CAVING
Dokumentasi: Penelusuran salah satu Goa di Purworejo oleh Anggota Mapala UPN Jogja



ARUNG JERAM/RAFTING
Dokumentasi: Pengarungan dan Pemetaan di Sungai Progo Atas.


PANJAT TEBING/CLIMBING
Dokumentasi: Pemanjatan di Tebing Siung oleh salah satu anggota Mapala UPN Jogja.



KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM
Dokumentasi: Pengamatan burung liar di kawasan Hutan Turgo, Jogja.




Kalian tidak perlu takut untuk mengikuti semua kegiatan diatas,karena dalam setiap melakukan semua kegiatan outdoor pasti berlandaskan Standard Operasional Prosedur (SOP) yang jelas,jadi tetap safety pastinya ya.
Tidak hanya itu kalian juga selain berkegiatan di alam secara langsung,kalian juga akan diajarkan cara ber organisasi yang baik,dari cara membuat proposal,menyusun laporan,sampai mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan kesekretariatan.
           Satu lagi yang dapat memperkuat alasan "Kenapa Kalian (Mahasiswa Baru) Harus Ikut Mapala UPN?" bukan mau menyombongkan diri,nyatanya kita memang mampu dan berhasil menorehkan berbagai prestasi. Dari yang mengikuti lomba-lomba,mengadakan kegiatan-kegiatan yang bagus,dan mendapatkan penghargaan-penghargaan. seperti: Ekspedisi Cartenz,Ekspedisi Borneo, Ekspedisi Celebes. Selain itu Mapala UPN Jogja juga sering mengadakan lomba-lomba tingkat Nasional,seperti Lomba Panjat Dinding Nasional dan Lomba Single Rope Technique.
          Lalu dengan berbagai alasan-alasan yang telah saya jabarkan diatas,masihkah kalian ragu untuk ikut dan bergabung bersama kami (MAPALA UPN)? Namun ingat bukan kami meminta bukan juga kami mengemis kepada kalian untuk menjadi anggota kami,karena "KAMI TIDAK MENCARI ANGGOTA,KAMI MENCARI SAUDARA".

(ROWO MPA 017.234)
                      


Tuesday, 9 October 2018

Latihan SRT Tujuannya Untuk Ini

Latihan SRT untuk Calon Anggota 2018



GALIA NEWS - Jogja, (9/10/2018) Dalam pengaplikasian ilmu yang berpanduan pada buku diktat, perlu dilaksanakan evaluasi dalam latihan teknik. Dalam latihan tersebut dipaparkan pengenalan alat dan teknik-teknik yang diperlukan dalam berkegiatan alam bebas, seperti halnya SRT.

SRT(Single Rope Technic) biasanya digunakan dalam kegiatan caving dengan bentukan gua vertikal. 

       Mapala UPN sebagai wadah oraganisasi pecinta alam memfasilitasi Wall Panjat sebagai sarana simulasi bagi para calon anggota muda 2018.

Latihan SRT bertujuan memberikan pemahaman kepada calon anggota yang masih sangat asing dengan kegiatan ini. Selain paham mereka diharapkan mampu mengaplikasikannya apabila berkegiatan di lapangan.(Kenci, MPA 018.245)

3 Anggota Mapala UPN berangkat menjadi relawan di Palu

Anggota Mapala UPN melakukan evakuasi korban bencana di Baraloa,Palu.


      Jogja,9/10/18. Bencana kembali terjadi di Tanah Air ini,seperti yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. Menurut warga Gempa bumi lebih dulu terjadi,menghancurkan bangunan-bangunan, fasilitas umum dan lain-lain setelah itu Tsunami menghantam disebagian besar wilayah Palu dan sekitarnya.
   Menindaklanjuti bencana tersebut,Mapala UPN Jogja mengambil sikap. Dengan melakukan penggalangan donasi untuk korban bencana dan menerjunkan beberapa anggotanya untuk menjadi relawan di Palu dan Donggala. 3 Anggota tersebut adalah Loboy,Warok dan Loki. Sebelum berangkat ketiganya mendapatkan beberapa materi tentang kebencanaan. Seperti materi manajemen bencana, psikologi survival dan teknis-teknis evakuasi korban.
       Ketiganya diberangkatkan pada tanggal 3 Oktober 2018 lalu dengan menggunakan jalur udara dari Yogyakarta menuju Makassar. Setelah itu dilanjutkan dengan jalur darat lewat Pasangkayu. Disana Warok dan Loki bergabung dalam tim SAR MDMC DIY dalam melakukan kegiatan evakuasinya dan ada 1 orang yaitu Loboy menjadi tim Assesment data. Rencananya mereka akan berada di Palu sampai tanggal 13 Oktober 2018,yang kemudian akan dilanjutkan oleh tim berikutnya yang akan berangkat ke sana. (Rowo MPA 017.234)

Wednesday, 14 February 2018

KETUA DAN WAKIL KETUA MAPALA UPN VETERAN YOGYAKARTA PERIODE 2018 - 2019

Fahrur Rozi
Ketua Mapala UPN Veteran Yogyakarta








Andy Ichwang
Wakil Ketua Mapala UPN Veteran Yogyakarta

Yogyakarta, Setelah diadakannya musyawarah anggota pada tanggal 25 Januari 2018 maka tertunjuklha Ketua dan Wakil Ketua Mapala UPN Veteran yang baru.

Selamat dan sukses kepada Fahrur Rozi | Adar MPA 017.236 yang terpilih sebagai :
Ketua MAPALA UPN Periode 2018-2019
dan
Selamat dan sukses kepada Andi Ichwang | Jaron MPA 017.226 yang terpilih sebagai:
Wakil Ketua MAPALA UPN Periode 2018-2019

Semoga tetap berpegang teguh pada visi dan misi organisasi dan dapat memberikan yang terbaik untuk MAPALA UPN tercinta.Semoga tetap berpegang teguh pada visi dan misi organisasi dan dapat memberikan yang terbaik untuk MAPALA UPN tercinta.




Saturday, 27 January 2018

FOTO : Musyawarah Anggota Mapala Upn "Veteran" Yogyakarta XXVI

 GALIA NEWS  ( Informasi Onlune Mapala Upn Jogja) - Musyawarah Anggota Mapala Upn "Veteran" Yogyakarta XXVI - 2018 di Yogyakarta 26 - 29 Januari 2018. (Gebroex)

Wednesday, 6 December 2017

Workshop And Competition Animal Rescue

Saturday, 2 December 2017

Membawa bekal Asem untuk asupan minuman dan obatan.

Ngasem adalah daerah di Yogya.
Didalam kompleks keraton.
.
Ngasem berasal dari kata pohon Asem.
Filosofi pohon Asem bagi masyarakat Jogja adalah sengsem atau menyenangkan hati.
.
Banyak pohon Asem ditanam dan diwariskan leluhur di Yogya.
Salah satunya adalah dua pohon Asem tua yang dijadikan tempat bertemunya Sultan HB IX dan Panglima Sudirman saat jelang serangan umum 1 Maret 1949.
.
.
Pohon Asem miliki peran dalam perjuangan.
Bagaimana tidak, Asem miliki khasiat banyak.
Salah satunya adalah mengandung vitamin C.
Yang baik untuk daya tahan tubuh.
Para pejuang membutuhkan asupan itu, pada masa perjuangan dan surviva (bertahan hidup).
.
.


#CintaPohon
#JogjaPohon
#PohonKota
#Legenda
#WedangAsem

Pendakian Massal Gunung Merbabu Via SELO

        Jalur pendakian Merbabu Via Selo saat ini menjadi jalur yang relatif lebih ramai dari jalur yang lainnya. Pemandangan yang indah dengan sabana yang menghampar membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan. Ditambah lagi dari jalur ini tetangga dekat gunung merbabu yaitu Merapi bisa terlihat dengan jelas.
       Awal pendakian, pendaki akan disambut gapura selamat datang dari Taman Nasional Gunung Merbabu. Memasuki pintu hutan suasana jalanan kiri kanan dipenuhi pohon pinus dan lamtoro, di siang haripun akan terasa sejuk. Jalanan masih cukup landai hingga 15 menit perjalanan. Setelah berjalan 1-1,5 jam sampailah di pos 1 (Dok Malang). Pos ini masih berada di rimbunnya pepohonan.
Selepas pos 1, trek belum lah terasa cukup curam, ada satu tanjakan yang lumayan terjal dan di puncaknya adalah pos bayangan. Baru setelah berjalan 20 menit dari pos bayangan pendaki akan sampai di pos 2 (pandean) jarak dari pos 1-2 ini bisa dibilang panjang.
Selanjutnya, jarak antara pos 2 dan 3 tidaklah jauh. Sekitar 45 menit berjalan, pendaki akan sampai di pos 3 (Watu Tulis) pemandangan di Sini cukup indah dengan merapi yang cukup jelas jika tidak berkabut. Ditambah lagi dengan rimbunnya pohon-pohon edelweis. Sebaiknya istirahat sedikit lama di pos 3 ini.
Menuju pos 4 (Sabana 1) pendaki akan dihadapkan dengan trek yang cukup membuat nafas tersendat. Trek yang terjal dengan tanah yang mudah membuat tergelincir. Pilih jalan sedikit ke kiri untuk karena di sebelah kiri bisa mendapat pegangan.
Sabana 1 ini merupakan salah satu tempat menarik untuk berkemah, tempatnya yang datar dan pemandangannya yang indah mungkin menjadi alasan para pendaki memilih untuk mendirikan tenda mereka di sini. Namun angin di tempat ini cukup kencang, terlebih lagi sangat rawan badai.
Dari sabana 1 untuk menuju sabana 2 (pos 5) tidaklah diperlukan waktu yang lama. Sekitar 40 menit saja. Trek berupa tanjakan yang sedikit terjal meski tidak seterjal antara pos 3-pos 4 namun angin cukup kencang bila malam di tempat ini. setelah sampai puncak bukit kita akan berjalan menurun dan sampailah di pos 5 (sabana 2). Meskipun terpaan angin masih terasa besar tetapi menurut saya inilah tempat mendirikan tenda yang pas.
Jika menginginkan menikmati sunrise di puncak, sebaiknya mulai bangun jam 3 pagi untuk menyiapkan sarapan dan melakukan summit attack. Waktu tempuh ke puncak sekitar 1 – 1,5 jam. Kalau malas bangun pagi, sunrise bisa dinikmati di bukit sebelah timur sabana. Keuntungan jalur ini adalah, sunrise bisa dinikmati di sepanjang jalur pendakian.
Catatan: untuk para pendaki yang naik dari jalur Selo, kebutuhan air minum harus dibawa dari bawah/basecamp karena sepanjang perjalanan ke puncak tidak sumber air.

(FOTO : Bersama dua pendaki yang sedang menjalani Ekspedisi 100 hari di puncak Mebabu)