www.mapalaupn.com - Informasi Online MAPALA UPN "Veteran" Yogyakarta

www.mapalaupn.com - Informasi Online MAPALA UPN "Veteran" Yogyakarta

Saturday, 4 November 2017

Pelantikan Anggota Muda Mapala UPN " Veteran" Yogyakarta Angkatan XXVIII - 2017


GALIA NEWS - Jogja, Selamat dan Sukses atas  Pelantikan Anggota Muda Mapala UPN " Veteran" Yogyakarta Angkatan XXVIII - 2017  Kamis (02/11/2017) . (Boghel MPA 06.172)

Tuesday, 3 October 2017

TWKM ke 29 Di Jakarta Direncanakan Dibuka Oleh Presiden Jokowi


GALIA NEWS (Informasi Online Mapala Upn Jogja) - TWKM (Temu Wicara dan Kenal Medan) Mahasiswa Pecinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se - Indonesia yang Ke  29 tahun 2017 di Jakarta 23-28 Oktober  2017 di rencanakan di buka oleh Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo merupakan anggota Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam, Mapala Silvagama, Fakultas Kehutanan UGM, Dengan nomor anggota 0216.

BACA JUGA :
SOSOK: Ternyata Joko Widodo (Jokowi) Presiden Ke 7 RI, Anak Mapala Juga Loh.

Tema : Aktualisasi Mahasiswa Pecinta Alam terhadap ancaman bencana ekologis.

Waktu : 23-28 Oktober  2017
Tempat :
-TW = PP PON cibubur*
-km gh = TNGP
-km rc = Kelapa Nunggal
-km caving = cioray dan garunggang
-km rafting = cianten
-km lh = Pulau Pari

Rangkaian kegiatan :
Direncanakan TWKM Ke 29 Dibuka oleh :
- Presiden Jokowi
zulkifli hasan dan siti nurbaya
Pelepasan KM :
Imam nachrowi

Konsep kegiatan :
TW : sidang dan dialog interaktif setiap harinya dg sub tema, 1. Refleksi TWKM , 2. Bencana Ekologis, 3. Energi terbarukan.

KM GH : bekerjasama dgn Basarnas utk pelatihan jungle rescue dan diskusi pengrusakan hutan

KM RC : bekerjasama dgn FPTI utk pelatihan vertical rescue dan diskusi eksploitasi karts

KM cave : bekerjasama dgn HIKESPI utk pelatihan pemetaan gua dan diskusi eksploitasi karts

KM rafting : bekerjasama dgn FAJI utk pelatihan water rescue dan diskusi pencemaran sungai oleh limbah B3

KM LH : bekerjasama dgn WALHI untuk pelatihan amdal kijang dan diskusi pengrusakan daerah pesisir dan pencemaran limbah.

Registrasi dilaksanakan secara online, website TWKM29 dalam tahapan pembuatan

Utk lebih rinci dan teknisnya bisa datang ke sekret Marpala UBK Jl. Kimia 20 Cikini, Menteng Jakpus. ( Galia News / Bogel MPA 06.172)

Tuesday, 29 August 2017

"Let's Hike Together" Pendakian Gungung Bersama Mapala UPN Yogyakarta

~Mapala UPN "Veteran" Yogyakarta Proudly Present~
"PENDAKIAN MASSAL"
gunung Merbabu Via Selo
.
.
Terbuka untuk UMUM
[KUOTA 40 PESERTA]
๐Ÿ‘ฅ Technical Meeting
Kamis 7 September 2017
.
.
Bergabung di pendakian Gunung bersama Mapala UPN...
๐Ÿ“† Jumat - Minggu, 8 - 10 September 2017
๐Ÿ—ป GUNUNG MERBABU Via Selo 3142mdpl
๐Ÿ’ฐ IDR 100k
.
Fasilitas
⛺Tenda
๐Ÿ”ฆ Alat Camping
๐Ÿ‘’Topi Lapangan
๐Ÿ“œ Simaksi (Surat Izin Memasuki Kawasan Konservasi)
๐Ÿ”  Sticker
๐Ÿ“ท Dokumentasi
๐Ÿฉ Snack
๐Ÿด Makan 3x (Di basecamp)
.
.
๐Ÿ‘‰Pendaftaran hingga tanggal 5 September๐Ÿ‘ˆ
๐Ÿ“ฃ For Regristrasi
Ketik : NAMA_JENISKELAMIN_UMUR
#pendakianbersamaMapalaUPN
Kirim SMS/WA Ke 0856 5427 8813 (Rimping)
Atau
Daftar langsung di
๐Ÿข sekretariat Mapala UPN Veteran Yogyakarta
Gedung UKM lantai 2
Jalan SWK 104 Condong Catur Sleman D.I.Yogyakarta
.
.
AYO Gabung !!! Daftarkan dirimu dan dapatkan teman baru, perjalanan baru dan Pengalaman baru bersama MAPALA UPN YOGYAKARTA

Informasi lebih lanjut
๐Ÿ“ฑ0856 5427 8813 (Rimping)
๐Ÿ“ฑ0813 8211 8769 (Jaron)

Friday, 28 July 2017

MAPALA UPN YOGYAKARTA kembali kibarkan bendera Merah Putih Raksasa di Pucuk MONJALI






Untuk yang ke Dua kali Mapala UPN "Veteran" Yogyakarta mengibarkan Bendera Raksasa di Pucuk Kerucut Monumen Jogja Kembali.

 Pada tanggal 6 Juli 2017 lalu untuk memeperingati HUT MONJALI KE 28, diadakan Upacara  pengibaran bendera Merah Putih Raksasa. Upacara tersebut berlangsung di halaman depan MONJALI




MAPALA UPN bekerjasama dengan pihak MONJALI untuk melakukan pengibaran tersebut. Bendera Raksasa berukuran 20 x 12meter ini adalah milik MAPALA UPN Jawa Timur, tiga orang pengibar adalah Agung Cahyono disisi Timur, Stefanus Febby disisi barat, dan di pucuk kerucut ada Muh Mauludin.




Setelah dikibarkan, Bendera merah putih raksasa ini menyelimuti kerucut Monjali selama 24 jam. Tim dari mapala bergantian melakukan penjagaan terhadap bendera tersebut.
Semoga Kegiatan ini bisa dilakukan setiap tahun agar dapat meningkatkan jiwa patriotisme di kalangan remaja, dan diharapkan bisa mewarisi nilai luhur perjuangan para Pahlawan dan dapat melestarikannya.

Thursday, 29 June 2017

FOTO : Mapala upn Kibarkan Kembali Merah Putih di Krucut Monjali 2017

GALIA NEWS - Jogja, FOTO - foto Mapala upn Kibarkan Kembali Merah Putih di Krucut Monjali 2017

BACA JUGA:
PRESS RELEASE : Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta Kibarkan Kembali Merah Putih di Krucut Monjali 






PRESS RELEASE : Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta Kibarkan Kembali Merah Putih di Krucut Monjali

PRESS RELEASE
SEORANG DIRI, PEMUDA MEMANJAT KERUCUT MONUMEN JOGJA KEMBALI (MONJALI)
MELAKUKAN PROSESI PENGIBARAN BENDERA MERAH PUTIH
MEMPERINGATI KEMBALINYA YOGYA KE PANGKUAN IBU PERTIWI


Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta setelah sukses melakukan pengibaran bendera raksasa setahun yang lalu (2016). Kembali dibulan dan tanggal yang sama 29 Juni 2017 akan melakukan prosesi pengibaran bendera ukuran 3 x 2 meter. Dipuncak kerucut Monjali. Yang membedakan saat ini adalah, pemanjatan dilakukan seorang diri (solo).

Nama Warok (Stefanus Feby Nugroho). Angkatan Mapala tahun XXVII. Mahasiswa agroteknologi UPN “Veteran” Yogyakarta, yang akan memanjat dan melakukan pengibaran.

Monjali adalah tetenger (penanda) peristiwa bersejarah perjuangan NKRI. Monumen ini dibangun segaris dengan sumbu imajiner, yakni ; Merapi, Tugu, Keraton Kasultanan dan Parangtritis (pantai selatan). Lokasi tepatnya di dusun Jongkang, Kelurahan Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Peletakan batu pertama pada tanggal 29 Juni 1985 dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Keberadaan monument ini sendiri merupakan bentuk penghargaan terhadap para pejuang yang merebut kembali Yogyakarta dari tangan penjajah yang berujung pada penarikan tentara Belanda pada 29 Juni 1949 Tepat 68 tahun yang lalu, Juni 1949 – Juni 2017. Masyarakat Yogyakarta menjadi saksi. Tonggak sejarah, Yogyakarta kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dalam NKRI.

Dan besok hari, tanggal 29 Juni 2017, seorang pemanjat tebing (climber) yang tergabung dalam perhimpunan Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta mewarisi semangat juang ini. Faktor alam yang mesti diantisipasi sejak awal dalam proses pengibaran adalalah cuaca terpaan angin, kemiringan dinding kerucut dan ketinggian. Yang khas dari proses menyelimuti kerucut Monjali ini adalah hal bentukan dinding yang kerucut. Tentu berbeda dengan kondisi di tebing terjal yang biasanya berupa dinding besar (big wall).

Mohon doanya bagi warga Yogyakarta untuk kesuksesan prosesi ini. Dan bisa menjadi agenda tahunan. Yang mengingatkan kita, untuk meneruskan perjuangan para pahlawan.


Kontak Phone :
Budi Fajarochman 0856-2884-811 (Humas Mapala UPN)

Saturday, 22 April 2017

Opini : Sampahmu Malaikat Maut Untuk Bumiku

  
Sumber : http://www.antarabengkulu.com/berita/14273/makanan-di-tempat-sampah-tingkatkan-pemanasan-global  

Setiap hari sampah yang ada bukannya semakin habis tapi kian menggunung di berbagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA), bahkan sampai harus membuat TPA baru. Sampah-sampah yang ada bisa menjadi sumber rejeki bagi orang lain, tetapi juga bisa menjadi malapetaka bagi orang lain juga. Kenapa bisa jadi lahan rejeki dan malapetaka? karena beberapa dari saudara kita memungutnya untuk dijual namun dilain pihak hal ini semakin mengkhawatirkan bagi kesehatan manusia sekitar TPA dan bagi kesehatan bumi kita.

Sampah di katagorikan menjadi dua kategori, seperti yang kita ketahui yaitu sampah anorganik dan organik. Sampah organik adalah sampah yang mudah terurai dan Sampah anorganik adalah sampah yang sulit terurai. Kategori ini hanya menunjukan jenis sampahnya saja, namun jika dari ahli yang ada sampah di bedakan bukan hanya dari jenisnya tapi juga dari sumbernya. Tapi secara umum masyarakat cukup mengetahuinya dengan jenisnya karena mudah untuk ditangakap secara pemikiran kita yang praktis.

Kali ini kita akan membahas sampah organik saja biar tidak membuang waktu percuma karena jika kita membahas sampah anorganik sudah banyak aksi ke bagian sampah ini seperti penggunaan plastik ramah lingkungan, bawa tas belanja sendiri dan jangan pake tas kresek, air minum gunakan botol pribadi yang bisa diisi ulang jangan beli air mineral kemasan dan masih banyak lagi. Mungkin karena namanya anorganik jadi bukan hanya sulit terurai oleh alam tapi juga oleh otak manusia, buktinya masih saja banyak kresek berterbangan dipinggir jalan, masih banyak botol berserakan di got- got kita. Ini tandanya kita masih belum bisa mencerna tentang program yang ada. Kembali kesampah organik, lebih sepesifik lagi sampah yang kita bicarakan adalah sampah makanan. Sampah makanan meliputi sampah makanan sisa dan sampah makanan busuk.

Makanan merupakan kebutuhan sehari-hari untuk keperluan aktivitas sebagai sumber tenaga bagi manusia. Namun tidak sedikit dari kita yang tidak segan membuang sampah secara tidak sadar dengan menyisakan makanan sehinggga menjadi sampah di tempat sampah dan akhirnya menambah beban kepada bumi kita.

Sampah makanan yang tidak kita sadari ini turut andil dalam global warming pada bumi kita. Bukannya sampah makanan adalah sampah yang dapat terurai? memang sampah ini mudah terurai. Tapi tahukah sampah sampah makanan yang mudah terurai ini diurai oleh apa? sampah ini diurai oleh para kurcaci kecil yang sering kita sebut dengan istilah mikroba, mikroba ini mengurai sampah dan menghasilkan gas metan dan gas metan ini yang menambah persentase pemanasan global (dari artikel yang pernah saya baca). Jadi mau apupun sampahnya tetap saja bikin bumi kita gerah.

Sampah makanan lebih banyak dijumpai pada tempat yang menjual makanan seperti kafe, restoran, hingga lesehan pinggir jalan. Sampah makan ini bukan hanya dari sampah masakan tapi juga dari sisa makanan pembeli, sisa makanan ini sebenarnya tidak hanya kita jumpai ditempat makan saja bahkan di kantor sampai rumah kita pun masih ada. Seperti yang kita ketahui banyak dari kita yang memesan makanan secara berlebih bahkan kita memesan hanya karena ingin terlihat berpunya. Contohnya saja ketika kita pacaran, kita pesan nasi lauknya ada ayam  pakai sayur cah kangkung minum teh panas 2 porsi setelah selesai nasi sama ayam habis tapi sayur masih separuh atau kita lagi nangkrong disebuah kafe kita pesan makanan selanjutnya hanya nyicip abis tu bilang sudah kenyang, hal – hal seperti ini yang menambah sesak populasi dunia dengan bertambahnya manusia namun lahan yang ada semakin sedikit dengan dibangun pemukiman dan TPA.

Sampah makanan sebenarnya bisa kita minimalisir jika kita sebagai umat manusia yang berbudi luhur dan berakal serta sehat jasmani maupun rohani mau dan ingin melakukan. Pengurangannya yang secara mudah adalah dengan memesan sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan. Contohnya dengan makan sepiring berdua, bukan bermaksud romantis atau mau jadi orang kere tapi realistis, dengan contoh yang sama seperti sebelumnya  kita bisa mengurangi pesanan cah kangkung (orang kere sok romantis) atau dengan contoh lain yang sama seperti diatas jika memang tidak lapar ketika nongkrong  lebih baik pesan cemilan yang bisa buat sama-sama sambil ngobrol biar kita kembali menjadi manusia sosial bukan manusia sosial media.

Sampah – sampah yang ada akan semakin menumpuk hingga menjadi gunung, namun kita bisa membuat tumpukan itu semakin rendah dengan cara sederhana yang bisa kita lakukan setiap hari. Dimulai dari tidak menyisakan makanan hingga membuang sampah pada tempatnya. Akhir kata terimaksih atas kesediaannya untuk meluangkan waktu membaca opini kami dan mohon maaf apabila ada tulisan kami yang tidak berkenan dan menyinggung serta opini ini saya persembahkan untuk memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 april. Selamat hari bumi bagi kita yang merayakannya.(FTP)

Friday, 7 April 2017

Kamar Singgah Camp XXV, Gratis Bagi Pendaki Se - Indonesia


Galia News (Informasi Online Mapala Upn Jogja) - Jogja, Bagi rekan - rekan pendaki gunung yang melintas atau transit di Jogja.

Karena kemalaman usai mendaki gunung Merbabu, Merapi & gunung lain di sekitar Jogja.

Kami sediakan gratis, satu kamar singgah, untuk sekedar istirahat, ngecash baterai HP / kamera, mandi & sholat, packing ulang & bersiap melanjutkan perjalanan kembali.

Monggo dimanfaatkan fasilitas ini.
Semoga bermanfaat bagi rekan - rekan pendaki gunung

#Ada secangkir kopi untuk kalian. he he
Informasi & booking : WA 08121584509

#MapalaIndonesia
#PendakiGunung
#MapalaUPNJogja
#Jogjakarta
#CampXXV