www.mapalaupn.com - Informasi Online MAPALA UPN "Veteran" Yogyakarta

www.mapalaupn.com - Informasi Online MAPALA UPN "Veteran" Yogyakarta

Wednesday, 14 February 2018

KETUA DAN WAKIL KETUA MAPALA UPN VETERAN YOGYAKARTA PERIODE 2018 - 2019

Fahrur Rozi
Ketua Mapala UPN Veteran Yogyakarta








Andy Ichwang
Wakil Ketua Mapala UPN Veteran Yogyakarta

Yogyakarta, Setelah diadakannya musyawarah anggota pada tanggal 25 Januari 2018 maka tertunjuklha Ketua dan Wakil Ketua Mapala UPN Veteran yang baru.

Selamat dan sukses kepada Fahrur Rozi | Adar MPA 017.236 yang terpilih sebagai :
Ketua MAPALA UPN Periode 2018-2019
dan
Selamat dan sukses kepada Andi Ichwang | Jaron MPA 017.226 yang terpilih sebagai:
Wakil Ketua MAPALA UPN Periode 2018-2019

Semoga tetap berpegang teguh pada visi dan misi organisasi dan dapat memberikan yang terbaik untuk MAPALA UPN tercinta.Semoga tetap berpegang teguh pada visi dan misi organisasi dan dapat memberikan yang terbaik untuk MAPALA UPN tercinta.




Saturday, 27 January 2018

FOTO : Musyawarah Anggota Mapala Upn "Veteran" Yogyakarta XXVI

 GALIA NEWS  ( Informasi Onlune Mapala Upn Jogja) - Musyawarah Anggota Mapala Upn "Veteran" Yogyakarta XXVI - 2018 di Yogyakarta 26 - 29 Januari 2018. (Gebroex)

Wednesday, 6 December 2017

Workshop And Competition Animal Rescue

Saturday, 2 December 2017

Membawa bekal Asem untuk asupan minuman dan obatan.

Ngasem adalah daerah di Yogya.
Didalam kompleks keraton.
.
Ngasem berasal dari kata pohon Asem.
Filosofi pohon Asem bagi masyarakat Jogja adalah sengsem atau menyenangkan hati.
.
Banyak pohon Asem ditanam dan diwariskan leluhur di Yogya.
Salah satunya adalah dua pohon Asem tua yang dijadikan tempat bertemunya Sultan HB IX dan Panglima Sudirman saat jelang serangan umum 1 Maret 1949.
.
.
Pohon Asem miliki peran dalam perjuangan.
Bagaimana tidak, Asem miliki khasiat banyak.
Salah satunya adalah mengandung vitamin C.
Yang baik untuk daya tahan tubuh.
Para pejuang membutuhkan asupan itu, pada masa perjuangan dan surviva (bertahan hidup).
.
.


#CintaPohon
#JogjaPohon
#PohonKota
#Legenda
#WedangAsem

Pendakian Massal Gunung Merbabu Via SELO

        Jalur pendakian Merbabu Via Selo saat ini menjadi jalur yang relatif lebih ramai dari jalur yang lainnya. Pemandangan yang indah dengan sabana yang menghampar membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan. Ditambah lagi dari jalur ini tetangga dekat gunung merbabu yaitu Merapi bisa terlihat dengan jelas.
       Awal pendakian, pendaki akan disambut gapura selamat datang dari Taman Nasional Gunung Merbabu. Memasuki pintu hutan suasana jalanan kiri kanan dipenuhi pohon pinus dan lamtoro, di siang haripun akan terasa sejuk. Jalanan masih cukup landai hingga 15 menit perjalanan. Setelah berjalan 1-1,5 jam sampailah di pos 1 (Dok Malang). Pos ini masih berada di rimbunnya pepohonan.
Selepas pos 1, trek belum lah terasa cukup curam, ada satu tanjakan yang lumayan terjal dan di puncaknya adalah pos bayangan. Baru setelah berjalan 20 menit dari pos bayangan pendaki akan sampai di pos 2 (pandean) jarak dari pos 1-2 ini bisa dibilang panjang.
Selanjutnya, jarak antara pos 2 dan 3 tidaklah jauh. Sekitar 45 menit berjalan, pendaki akan sampai di pos 3 (Watu Tulis) pemandangan di Sini cukup indah dengan merapi yang cukup jelas jika tidak berkabut. Ditambah lagi dengan rimbunnya pohon-pohon edelweis. Sebaiknya istirahat sedikit lama di pos 3 ini.
Menuju pos 4 (Sabana 1) pendaki akan dihadapkan dengan trek yang cukup membuat nafas tersendat. Trek yang terjal dengan tanah yang mudah membuat tergelincir. Pilih jalan sedikit ke kiri untuk karena di sebelah kiri bisa mendapat pegangan.
Sabana 1 ini merupakan salah satu tempat menarik untuk berkemah, tempatnya yang datar dan pemandangannya yang indah mungkin menjadi alasan para pendaki memilih untuk mendirikan tenda mereka di sini. Namun angin di tempat ini cukup kencang, terlebih lagi sangat rawan badai.
Dari sabana 1 untuk menuju sabana 2 (pos 5) tidaklah diperlukan waktu yang lama. Sekitar 40 menit saja. Trek berupa tanjakan yang sedikit terjal meski tidak seterjal antara pos 3-pos 4 namun angin cukup kencang bila malam di tempat ini. setelah sampai puncak bukit kita akan berjalan menurun dan sampailah di pos 5 (sabana 2). Meskipun terpaan angin masih terasa besar tetapi menurut saya inilah tempat mendirikan tenda yang pas.
Jika menginginkan menikmati sunrise di puncak, sebaiknya mulai bangun jam 3 pagi untuk menyiapkan sarapan dan melakukan summit attack. Waktu tempuh ke puncak sekitar 1 – 1,5 jam. Kalau malas bangun pagi, sunrise bisa dinikmati di bukit sebelah timur sabana. Keuntungan jalur ini adalah, sunrise bisa dinikmati di sepanjang jalur pendakian.
Catatan: untuk para pendaki yang naik dari jalur Selo, kebutuhan air minum harus dibawa dari bawah/basecamp karena sepanjang perjalanan ke puncak tidak sumber air.

(FOTO : Bersama dua pendaki yang sedang menjalani Ekspedisi 100 hari di puncak Mebabu)

Ibumu, Ibumu, Ibumu, Bapakmu



Saat engkau menyusuri malam,
dan engkau dapati seorang Ibu sepuh 
berdiam diri didalam rumah, ketakutan dan lelah.
.
.
Maka gendonglah dia,
peluklah dia, tenangkanlah dia
seperti engkau menemukan Ibumu sendiri.
.
Jika engkau teringat Ibumu almarhum,
maka kirimlah doa dengan segera,
mumpung hujan belum reda.
Karena langit dan bumi sedang terhubung kuat atas ijinNya.
.
Jika engkau masih rindu Ibumu dirumah,
sentuhlah tangannya, lihatlah wajahnya, pandanglah dengan dengan seksama.
.
Boleh saja engkau meneteskan air mata,
mumpung luapan air belum reda.
Maka tetes air mata dan peluh keringatmu,
akan hanyut menuju muara lautan.
Dan akan menjadi saksi dikemudian hari.
.
Jika hatimu masih beraduk - aduk
Maka peganglah dayungmu kuat - kuat.
Tugas engkau tunaikan, 
jeda diantara lima waktu itu engkau tunaikan
.
Biarkan sudut mata berlinang,
mumpung hari masih gelap.
Karena menangis adalah cara agar mata terseka 
Karena menangis adalah cara agar hati kita terjaga.
.
#SepertigaMalam
#ImogiriBerduka
#TimGaliaBiru1
#IbuPertiwi
#TanahAirImogiri

Semoga menjadi nasehat dan didapati hikmah.
Anak muda, bergeraklah.

Saturday, 4 November 2017

Pelantikan Anggota Muda Mapala UPN " Veteran" Yogyakarta Angkatan XXVIII - 2017


GALIA NEWS - Jogja, Selamat dan Sukses atas  Pelantikan Anggota Muda Mapala UPN " Veteran" Yogyakarta Angkatan XXVIII - 2017  Kamis (02/11/2017) . (Boghel MPA 06.172)

Tuesday, 3 October 2017

TWKM ke 29 Di Jakarta Direncanakan Dibuka Oleh Presiden Jokowi


GALIA NEWS (Informasi Online Mapala Upn Jogja) - TWKM (Temu Wicara dan Kenal Medan) Mahasiswa Pecinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se - Indonesia yang Ke  29 tahun 2017 di Jakarta 23-28 Oktober  2017 di rencanakan di buka oleh Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo merupakan anggota Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam, Mapala Silvagama, Fakultas Kehutanan UGM, Dengan nomor anggota 0216.

BACA JUGA :
SOSOK: Ternyata Joko Widodo (Jokowi) Presiden Ke 7 RI, Anak Mapala Juga Loh.

Tema : Aktualisasi Mahasiswa Pecinta Alam terhadap ancaman bencana ekologis.

Waktu : 23-28 Oktober  2017
Tempat :
-TW = PP PON cibubur*
-km gh = TNGP
-km rc = Kelapa Nunggal
-km caving = cioray dan garunggang
-km rafting = cianten
-km lh = Pulau Pari

Rangkaian kegiatan :
Direncanakan TWKM Ke 29 Dibuka oleh :
- Presiden Jokowi
zulkifli hasan dan siti nurbaya
Pelepasan KM :
Imam nachrowi

Konsep kegiatan :
TW : sidang dan dialog interaktif setiap harinya dg sub tema, 1. Refleksi TWKM , 2. Bencana Ekologis, 3. Energi terbarukan.

KM GH : bekerjasama dgn Basarnas utk pelatihan jungle rescue dan diskusi pengrusakan hutan

KM RC : bekerjasama dgn FPTI utk pelatihan vertical rescue dan diskusi eksploitasi karts

KM cave : bekerjasama dgn HIKESPI utk pelatihan pemetaan gua dan diskusi eksploitasi karts

KM rafting : bekerjasama dgn FAJI utk pelatihan water rescue dan diskusi pencemaran sungai oleh limbah B3

KM LH : bekerjasama dgn WALHI untuk pelatihan amdal kijang dan diskusi pengrusakan daerah pesisir dan pencemaran limbah.

Registrasi dilaksanakan secara online, website TWKM29 dalam tahapan pembuatan

Utk lebih rinci dan teknisnya bisa datang ke sekret Marpala UBK Jl. Kimia 20 Cikini, Menteng Jakpus. ( Galia News / Bogel MPA 06.172)